Kebutuhan perawatan gigi pada anak berkebutuhan khusus di slb taman pendidikan islam

Authors

  • Essie Octiara Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Siti Salmiah Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Zulfi Amalia Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Luthfiani Luthfiani Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Sumatera Utara Medan, Indonesia

Keywords:

anak berkebutuhan khusus, karies gigi, pengalaman karies, indeks kebutuhan perawatan

Abstract

Pendahuluan: Anak berkebutuhan khusus yaitu seseorang yang mempunyai hambatan perilaku, fisik maupun intelektual yang mengharuskan dokter mengubah pendekatan kepadanya dengan berbagai cara untuk melakukan perawatan. Anak berkebutuhan khusus merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan terutama karies gigi dan penyakit periodontal, namun kenyataannya sering mereka terlambat untuk mendapatkan perawatan gigi atau tidak pernah mendapatkan perawatan tersebut. Tujuan penelitian: Mengetahui prevalensi dan pengalaman karies serta kebutuhan perawatan gigi pada anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa Taman Pendidikan Islam di kota Medan. Metode: Penelitian dilakukan secara survei deskriptif. Besar sampel  adalah 96 orang  anak berkebutuhan khusus berusia 5-29 tahun.  Pemeriksaan karies secara klinis menggunakan indeks def-t/ DMF-T dan indeks Treatment Need Indeks. Hasil: Prevalensi karies anak ABK sebesar 92,71%. Pengalaman karies gigi sulung  sebesar 2,28+3,25;  sedangkan pengalaman karies gigi permanen  sebesar 3,02+2,98. Berdasarkan tingkat kebutuhan perawatan gigi maka tingkat kebutuhan perawatan sebesar 656 gigi atau setiap anak membutuhkan rerata perawatan gigi sebesar 6,83 gigi, dengan  tiga perawatan yang paling dibutuhkan adalah restorasi satu permukaan sebesar 2,49 gigi, kemudian diikuti dengan pencabutan gigi sebesar 1,43 gigi dan perawatan pulpa sebesar 0,70 gigi. Simpulan: Tingkat kesehatan gigi pada ABK masih cukup rendah, begitu juga dengan pemanfaatan fasilitas kesehatan gigi.

Downloads

Published

2018-07-01

Citation Check