Efek Anti Toksik Ekstrak Etanol Kulit Buah Terung Belanda (Studi Pada Ginjal Tikus Wistar Paska Induksi Karagenin)
DOI:
https://doi.org/10.32793/jmkg.v12i1.929Keywords:
ekstrak kulit dalam buah terung belanda, tikus wistar, karageninAbstract
Buah terung belanda menjadi obat tradisional di Indonesia, namun kulitnya sering kali menjadi limbah karena belum banyak yang mengetahui kandungan di dalamnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek anti toksik ekstrak kulit buah terung belanda pasca induksi karagenin pada ginjal tikus. Penelitian eksperimental laboratorium in vivo. Dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (saline), kontrol positif (natrium dilkofenak) 7 mg/kgBB, dan ekstrak kulit dalam buah terung belanda dengan dosis 70 mg/kgBB, 140 mg/kgBB dan 280 mg/kgBB. Karagenin 1% diinjeksikan pada submukosa bukal tikus. Setelah itu dilakukan pengamatan makroskopis dan mikroskopis 24 jam, 48 jam dan 72 jam setelah injeksi karagenin. Hasil menunjukan Uji fitokimia ekstrak kulit dalam buah terung belanda memiliki kandungan fenolik, flavonoid, tannin, alkaloid. Efek anti toksik ekstrak etanol kulit buah terung belanda pada semua dosis memilik proses efektivitas penyembuhan yang sama terjadi pada 48 jam. Pada kontrol positif, ginjal sudah normal pada 48 jam sedangkan untuk kontrol negatif efektivitas penyembuhan terlihat pada 72 jam. Simulan: efek anti toksik ekstrak etanol kulit buah terung belanda memiliki efektivitas proses penyembuhan pada semua dosis pada 48 jam paska induksi karagenin, tanpa mempengaruhi massa tubuh tikus, namun dengan intensitas lebih rendah dibandingkan kontrol positif yang menggunakan obat anti inflamasi dilkofenak.