Efektivitas antibakteri tanaman herbal terhadap streptococcus mutans pada karies anak

  • Purwandito Pujoraharjo Departemen Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
  • Yetty Herdiyati Departemen Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Abstract

Pendahuluan: Karies merupakan proses infeksi yang melibatkan kerusakan struktur gigi yang memicu berkembangnya beberapa penyakit pada rongga mulut dan dapat memberi dampak negatif terhadap kualitas hidup anak. Glukan tidak larut air merupakan faktor virulensi dari S.mutans sebagai agen utama penyebab karies. Tujuan: Memberikan informasi mengenai efektivitas daya antibakteri bawang putih, lidah buaya dan teh hijau terhadap S.mutans. Tinjauan Pustaka: S.mutans melekat erat pada permukaan gigi dengan perantara glukan tidak larut air dan menghasilkan dua enzim glukosiltransferase dan fruktosiltransferase, bersifat spesifik untuk substrat sukrosa pada sintesa glukan dan fruktan. S.mutans yang dilapisi glukan dapat menurunkan proteksi dan daya antibakteri saliva terhadap plak gigi. Beberapa tanaman herbal memiliki daya antibakteri yang dapat menghambat pembentukan plak gigi. Diskusi: Ekstrak bawang putih (Allium sativum) memiliki daya antibakteri allicin yang dihasilkan oleh aktivitas enzimatiknya sehingga dapat  menghambat pertumbuhan S.mutans. Lidah buaya (Aloe vera) mengandung komponen aktif antrakuinon, saponin, glukomanan dan acemanan yang bersifat antioksidan, antiinflamasi dan antimikroba. Ekstrak lidah buaya terbukti dapat menghambat pertumbuhan S.mutans secara in vitro. Teh hijau (Camellia sinensis) memiliki komponen bioaktif catechin dan fluorida yang menghasilkan efek antikariogenik dengan menghambat proliferasi S.mutans, mengganggu proses adhesi, menghambat glukosiltransferase serta memediasi komponen saliva protektif. Daya antibakteri diketahui dengan menguji dan menganalisis Konsentrasi Hambat Minimum pada ketiga tanaman herbal tersebut. Konsentrasi Hambat Minimum bawang putih adalah 25%, lidah buaya sebesar 18.75% dan teh hijau 5% terhadap S.mutans. Kesimpulan: Teh hijau memiliki Konsentrasi Hambat Minimum paling rendah dalam menghambat pertumbuhan S.mutans sehingga memiliki efektivitas daya antibakteri lebih baik dibandingkan lidah buaya dan bawang putih
Published
2018-03-01
How to Cite
PUJORAHARJO, Purwandito; HERDIYATI, Yetty. Efektivitas antibakteri tanaman herbal terhadap streptococcus mutans pada karies anak. Indonesian Journal of Paediatric Dentistry, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 51-56, mar. 2018. ISSN 2615-7802. Available at: <http://jurnal.pdgi.or.id/index.php/ijpd/article/view/317>. Date accessed: 15 sep. 2019.