Penanganan avulsi dua gigi permanen pada anak usia 12 tahun

  • Yayah Inayah Departemen Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
  • Yetty Herdiyati Departemen Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Abstract

Pendahuluan: Avulsi gigi adalah terlepasnya gigi secara keseluruhan dari soket karena suatu trauma mekanis. Avulsi pada gigi permanen umumnya karena jatuh, perkelahian, cedera olahraga, kecelakaan mobil, dan kekerasan pada anak. Avulsi gigi dipertimbangkan sebagai kondisi kegawatdaruratan dental, karena lamanya waktu  gigi di luar mulut akan mempengaruhi prognosisnya. Kasus: Seorang anak laki-laki  usia 12 tahun datang ke Klinik Kedokteran Gigi Anak Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran dengan keluhan gigi lepas dari soketnya karena bertabrakan dengan temannya dan terkena bola basket. Kejadian avulsi terjadi selama dua hari berturut-turut. Penatalaksanaan kasus: Penanganan avulsi gigi adalah replantasi segera ke dalam soketnya. Pembahasan : Avulsi gigi umumnya terjadi pada usia 7-9 tahun ketika gigi insisif permanen erupsi. Angka kejadian avulsi sekitar 0,5% sampai 16% dari cedera traumatis pada gigi permanen. Keberhasilan replantasi bergantung pada beberapa faktor, seperti media penyimpanan yang digunakan, lamanya waktu gigi terlepas dari tulang alveolar, maturasi akar, jenis retensi yang digunakan, status kebersihan mulut, waktu intervensi endodontik, jenis obat yang digunakan, dan kesehatan umum pasien secara keseluruhan. Simpulan: Replantasi segera merupakan penanganan yang paling tepat untuk kasus avulsi gigi permanen pada anak usia 12 tahun
Published
2019-01-04
How to Cite
INAYAH, Yayah; HERDIYATI, Yetty. Penanganan avulsi dua gigi permanen pada anak usia 12 tahun. Indonesian Journal of Paediatric Dentistry, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 86-91, jan. 2019. ISSN 2615-7802. Available at: <http://jurnal.pdgi.or.id/index.php/ijpd/article/view/322>. Date accessed: 15 sep. 2019.