Aplikasi teknologi surface pre-reacted glass pada restorasi gigi anak

  • Eunike Sianturi Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran Bandung

Abstract

Pendahuluan: Surface Pre-Reacted Glass merupakan bahan restorasi hybrid sewarna gigi yang melepaskan ion-ion yang dapat mempengaruhi aktivitas anti-demineralisasi dan remineralisasi, serta mengendalikan bakteri kariogenik sebagai pencegahan karies gigi pada anak. Saat ini bahan Surface Pre-Reacted Glass semakin dikembangkan mengingat keuntungankeuntungan yang diperoleh. Tujuan: Memberikan informasi mengenai aplikasi Surface Pre-Reacted Glass dengan cara melakukan review dari berbagai jurnal. Tinjauan Pustaka: Bahan restorasi berbasis pada teknologi Surface Pre-Reacted Glass merupakan ionomer kaca yang sudah direaksikan sebelumnya, sehingga menghasilkan partikel kaca fluoride yang dikelilingi oleh hidrogel ionomer kaca. Partikel PRG diintegrasikan ke dalam matriks resin, kemudian digunakan sebagai filler atau bahan pengisi. Partikel pengisi Surface Pre-Reacted Glass dibentuk oleh reaksi asam basa antara kaca fluoroaluminosilikat dan asam poliakrilat. Partikel pengisi Surface Pre-Reacted Glass mampu melepaskan dan merecharge fluor. Surface Pre-Reacted Glass juga dikenal melepaskan beberapa jenis ion, termasuk Na, F, Sr, Al, Si, dan B. Diskusi: Bahan filler Surface Pre-Reacted Glass dapat diindikasikan dalam kasus-kasus kedokteran gigi anak. Aplikasi filler S-PRG dapat menghambat pembentukan biofilm, dapat meningkatkan efek remineralisasi pada gigi permanen muda, memiliki aktivitas antibakteri, dan menghambat quorum sensing bakteri. Simpulan: Bahan filler Surface Pre-Reacted Glass dapat digunakan sebagai bahan restorasi gigi anak yang secara aktif mencegah karies gigi.
Published
2018-07-01
How to Cite
SIANTURI, Eunike. Aplikasi teknologi surface pre-reacted glass pada restorasi gigi anak. Indonesian Journal of Paediatric Dentistry, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 121-130, july 2018. ISSN 2615-7802. Available at: <http://jurnal.pdgi.or.id/index.php/ijpd/article/view/383>. Date accessed: 21 nov. 2019.